DPTM FT UNY Perkuat IKM Slondok Boyong melalui Penerapan Mesin Peniris Minyak dan Teknologi Tepat Guna

Sleman, 10 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan pengoperasian serta perawatan mesin peniris minyak di IKM Slondok Renteng Pak Mul Asli Boyong, Dukuh Boyong, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas usaha masyarakat melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan permasalahan nyata di lapangan. IKM Slondok Renteng Pak Mul Asli Boyong merupakan salah satu usaha pengolahan pangan berbasis singkong yang berkembang di kawasan lereng Merapi.

Salah satu kendala dalam proses produksi slondok terdapat pada tahap setelah penggorengan. Penirisan secara konvensional membutuhkan waktu dan dapat menghasilkan tingkat penirisan yang kurang seragam. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi karakteristik produk, kebersihan kemasan, efisiensi proses produksi, serta mutu slondok yang dihasilkan.

Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian menerapkan mesin peniris minyak berbasis gaya sentrifugal. Mesin bekerja dengan memutar produk di dalam tabung peniris sehingga minyak yang masih menempel pada permukaan produk dapat dipisahkan secara lebih cepat. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menghasilkan slondok yang lebih kering, mengurangi minyak berlebih, sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi.

Program tidak hanya berhenti pada penyerahan mesin. Tim juga memberikan pelatihan kepada pengelola dan anggota IKM mengenai prinsip kerja, prosedur pengoperasian, perawatan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Peserta memperoleh penjelasan mulai dari persiapan sebelum mesin digunakan, pengaturan jumlah produk sesuai kapasitas mesin, proses penirisan, hingga prosedur penghentian dan pembersihan mesin.

Aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam kegiatan. Peserta diingatkan untuk memastikan penutup mesin berada pada posisi yang benar sebelum mesin dioperasikan, tidak membuka bagian mesin ketika tabung masih berputar, serta melakukan pemeriksaan kondisi mesin dan instalasi kelistrikan sebelum digunakan. Perawatan rutin juga diperlukan, terutama pada bagian yang bersentuhan langsung dengan produk, komponen transmisi, dan bagian mekanis lainnya.

Setelah memperoleh penjelasan, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung. Pendekatan ini dilakukan agar transfer teknologi tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Selain pendampingan terhadap proses produksi IKM, dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan tim melakukan observasi terhadap instalasi biodigester yang terdapat di lingkungan mitra. Kegiatan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi potensi pengembangan teknologi berbasis sumber daya lokal, khususnya pemanfaatan limbah ternak sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat.

Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Ir. Apri Nuryanto, S.Pd., S.T., M.T., secara simbolis menyerahkan mesin peniris minyak kepada Purwanto, perwakilan IKM Slondok Renteng Pak Mul Asli Boyong. Serah terima tersebut menjadi bentuk komitmen program dalam mendukung keberlanjutan pemanfaatan teknologi oleh mitra.

Melalui kegiatan ini, mitra diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan sarana produksi, tetapi juga meningkat kapasitasnya dalam mengoperasikan dan merawat teknologi secara benar, aman, dan berkelanjutan. Ke depan, penggunaan mesin akan terus dievaluasi antara lain melalui waktu penirisan, kualitas produk, kapasitas produksi, dan konsistensi penerapan prosedur pengoperasian serta perawatan.

Program pengabdian ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pendampingan selanjutnya dapat diarahkan pada peningkatan sanitasi dan higiene produksi, tata letak fasilitas, efisiensi energi, pengemasan, pemasaran, serta pengembangan teknologi lain yang sesuai dengan kebutuhan IKM.

Penerapan teknologi tepat guna di IKM Slondok Renteng Pak Mul Asli Boyong menunjukkan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tidak semata-mata berupa pemberian peralatan, tetapi merupakan proses transfer pengetahuan, teknologi, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui sinergi perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal, teknologi diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap efisiensi produksi, peningkatan mutu produk, dan keberlanjutan usaha masyarakat di kawasan Hargobinangun.