
You are here
Inovasi Pembelajaran Vokasi: Sistem Distribusi Produk untuk Otomasi Industri
Yogyakarta — Inovasi pembelajaran di bidang pendidikan vokasi terus dikembangkan untuk menjawab tantangan dunia industri modern. Tim peneliti dari Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan alat peraga sistem distribusi produk berbasis otomasi industri sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran otomasi industri di pendidikan vokasi.
Pengembangan alat peraga ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan pembelajaran yang lebih aplikatif seiring pesatnya perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0. Sistem distribusi produk yang melibatkan konveyor, sensor, aktuator, serta sistem kendali berbasis Programmable Logic Controller (PLC) merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai peserta didik vokasi agar siap terjun ke dunia kerja.
Selama ini, pembelajaran otomasi industri di banyak institusi pendidikan vokasi masih menghadapi keterbatasan media praktik yang representatif. Proses pembelajaran cenderung bersifat teoritis dan belum sepenuhnya memberikan gambaran nyata tentang sistem distribusi produk yang digunakan di industri. Kehadiran alat peraga ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara konsep teori dan praktik lapangan yang sesungguhnya.
Alat peraga sistem distribusi produk dikembangkan melalui pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Dalam proses pengembangannya, alat peraga divalidasi oleh ahli materi, ahli media, serta praktisi industri untuk memastikan kesesuaian dengan kurikulum pendidikan vokasi dan kebutuhan kompetensi industri.
Hasil validasi menunjukkan bahwa alat peraga berada pada kategori sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Uji coba terbatas kepada mahasiswa pendidikan vokasi juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan teknis dalam mengoperasikan sistem distribusi produk berbasis otomasi industri. Alat peraga ini dinilai mampu meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dan mendorong pembelajaran berbasis praktik.
Melalui penggunaan alat peraga ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari alur kerja sistem distribusi produk secara visual, tetapi juga memahami fungsi dan integrasi setiap komponen otomasi secara lebih konkret. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mendekati kondisi kerja nyata di lingkungan industri.
Pengembangan alat peraga sistem distribusi produk ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi institusi pendidikan vokasi lainnya. Dengan media pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kebutuhan industri, pendidikan vokasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja nasional maupun global.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah vokasi, dan dunia industri dinilai penting untuk terus memperbarui dan menyempurnakan alat peraga pembelajaran agar selaras dengan perkembangan teknologi otomasi industri yang semakin dinamis.
Pengisian Data
Contact us

Copyright © 2026,
