
You are here
Wujudkan Desa Inklusif dan Mandiri Pangan, Tim Tim PkM UNY Inisiasi Program Eco-Village Melalui BUDIKDAMBER Portabel di Desa Randusari
PRAMBANAN 26 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna di Desa Randusari, Kecamatan Prambanan. Program ini mengusung tajuk “Inisiasi Eco-Village melalui Akuaponik Portabel (BUDIKDAMBER): Penguatan Green Skills dan Pemberdayaan Masyarakat Inklusif demi Sustainability Pangan Desa Randusari”.
Langkah inovatif ini digagas oleh tim dosen UNY yang diketuai oleh Dr. Zainur Rofiq, M.Pd. bersama anggota tim dosen (Dr. Drs. Riswan Dwi Djatmiko, M.Pd., Dr. Ir. Jarwopuspito, M.P., Yulianto Eko Wibowo, M.Pd., dan Ardani Ahsanul Fakhri, M.Pd.) serta melibatkan mahasiswa dari Fakultas Teknik UNY.

Menjawab Tantangan Lahan Sempit dan Aksesibilitas
Desa Randusari yang berada di kawasan perbatasan strategis menghadapi tantangan tersendiri, seperti keterbatasan lahan pertanian akibat pemukiman padat, krisis jaringan irigasi, hingga tingginya angka pengangguran usia produktif. Selain itu, terdapat kebutuhan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan serta pemberdayaan bagi 58 warga penyandang disabilitas yang memerlukan aksesibilitas teknologi produktif.
Ketua Tim PkM, Dr. Zainur Rofiq, M.Pd., menjelaskan bahwa inovasi BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan dalam Ember) Portabel yang dihadirkan dirancang secara khusus agar ramah dan inklusif.
"Kami memproduksi 75 unit BUDIKDAMBER yang dimodifikasi menggunakan sistem drainase keran (ball-valve) di bagian bawah. Fitur ini memungkinkan proses pengurasan atau penggantian air dilakukan tanpa harus mengangkat atau menggulingkan ember yang berat. Dengan begitu, saudara-saudara kita penyandang disabilitas fisik maupun lansia dapat memelihara ikan lele dan menanam sayuran organik dari teras rumah secara mandiri," ujar Dr. Zainur Rofiq.
Sinergi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Warga Inklusif
Program ini tidak hanya berfokus pada pembagian teknologi, tetapi juga integrasi pembelajaran green skills (keterampilan ramah lingkungan). Melalui pelatihan vokasi dan pendampingan berkelanjutan, masyarakat diajak memanfaatan limbah plastik rumah tangga (botol bekas) sebagai wadah media tanam (recycled netpot) serta mengolah sampah organik menjadi pakan pendukung.
Sebanyak 7 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Randusari—di antaranya KWT Tunas Harapan, KWT Sehati, dan KWT Adem Ayem—turut dilibatkan aktif sebagai peer-facilitator dan pusat pembibitan (demplot). Setiap unit akuaponik portabel ini diisi dengan 20–30 ekor benih lele serta media tanam kangkung organik yang berpotensi dipanen secara berkala.
Mendukung Capaian SDGs dan Ekosistem Berkelanjutan
Program pengabdian ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Langkah ke depan, tim PkM UNY bersama Pemerintah Desa Randusari berencana memfasilitasi pembentukan Paguyuban Eco-Village Randusari serta menjalin kemitraan dengan BUMDes untuk menyerap hasil panen surplus dari masyarakat.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah desa, KWT, dan kelompok masyarakat inklusif, Desa Randusari diharapkan mampu bertransformasi menjadi model Eco-Village percontohan di kawasan Prambanan yang mandiri pangan, berkeadilan, dan memegang teguh prinsip leave no one behind.

Pengisian Data
Contact us

Copyright © 2026,
