VR-Based Learning Dorong Peningkatan Kompetensi Pemeliharaan Preventif Pneumatik

Perkembangan otomasi industri menuntut lulusan pendidikan vokasi tidak hanya mampu mengoperasikan peralatan, tetapi juga memiliki kompetensi dalam melakukan pemeliharaan dan mengidentifikasi potensi gangguan pada sistem. Menjawab kebutuhan tersebut, tim Research Group Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) untuk mendukung peningkatan kompetensi pemeliharaan preventif pada sistem pneumatik-Programmable Logic Controller (PLC). Penelitian ini mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Pemeliharaan Preventif pada Pneumatik-PLC melalui VR-Based Learning.”

Penelitian dilaksanakan oleh tim yang diketuai Dr. Ir. Aan Ardian, S.Pd., M.Pd., bersama Dr. Drs. Yatin Ngadiyono, M.Pd., Virda Hersy Lutviana Saputri, S.T., M.T., Andrian Wisnu Dewangga, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan sejumlah mahasiswa. Pengembangan ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih visual, interaktif, dan mendukung latihan prosedural dalam memahami pemeliharaan sistem pneumatik-PLC.

Melalui teknologi VR, peserta didik dapat mempelajari komponen serta memahami prosedur inspeksi dan pemeliharaan dalam lingkungan virtual. Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran dilakukan secara lebih fleksibel dan berulang sebelum peserta didik berinteraksi langsung dengan trainer maupun peralatan nyata. VR juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan gambaran mengenai pemeriksaan kebocoran, tekanan kerja, kondisi komponen, alur sistem, hingga pengambilan keputusan awal terhadap tindakan pemeliharaan preventif.

Efektivitas pembelajaran diuji terhadap 47 peserta, yang terdiri atas 25 peserta pada kelas eksperimen menggunakan VR-Based Learning dan 22 peserta pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada kedua kelompok. Pada kelas eksperimen, nilai rata-rata meningkat dari 87,00 menjadi 92,28, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 85,50 menjadi 89,09.

Hasil analisis N-Gain juga menunjukkan kecenderungan positif. Kelas eksperimen memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,406 atau kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,248 atau kategori rendah. Dengan demikian, secara deskriptif peningkatan pada kelompok yang menggunakan VR-Based Learning lebih tinggi. Meskipun demikian, hasil pengujian statistik antarkelompok menunjukkan bahwa perbedaannya belum signifikan sehingga teknologi VR dalam penelitian ini belum dapat dinyatakan secara statistik lebih unggul dibandingkan pembelajaran konvensional.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa VR-Based Learning memiliki potensi sebagai media pendukung pembelajaran pendidikan vokasi, terutama untuk membantu peserta didik membangun pemahaman visual dan prosedural sebelum melaksanakan praktik secara langsung. Teknologi VR tidak diposisikan sebagai pengganti praktik laboratorium, melainkan sebagai pelengkap yang menjembatani pembelajaran teori dengan pengalaman menggunakan peralatan nyata.

Pengembangan selanjutnya diarahkan pada penyempurnaan skenario pembelajaran, peningkatan interaktivitas media, serta integrasi VR dengan trainer pneumatik-PLC dan pembelajaran berbasis kompetensi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran vokasional yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi industri sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih aman, menarik, dan relevan dengan situasi kerj