DPTM FT UNY Tingkatkan Kompetensi Guru SMK melalui Pelatihan CNC Berbasis AI Generatif

Yogyakarta, 14 Agustus 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) menyelenggarakan pelatihan “Peningkatan Kompetensi Pengoperasian CNC bagi Guru SMK di Kabupaten Magelang”. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap pada 7 dan 14 Agustus 2026 dengan mengintegrasikan pemrograman mesin CNC, simulator CNC, dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Generatif.    
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru SMK dalam menghadapi perkembangan teknologi manufaktur berbasis Computer Numerical Control (CNC) dan AI Generatif. Perkembangan tersebut menuntut pembelajaran vokasi tidak hanya menguasai pengoperasian mesin, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pemrograman dan pembelajaran CNC yang lebih efektif.  
Tim PkM diketuai oleh Dr. Bernardus Sentot Wijanarka, M.T., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Sutopo, S.Pd., M.T., Dr. Chrisna Tri Harjanto, S.Pd., M.Pd., Achmad Arifin, S.Pd., M.Eng., Ph.D., dan Febrianto Amri Ristadi, S.T., M.Eng.Sc. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan pelatihan.  
Tahap pertama dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 7 Agustus 2026. Materi meliputi parameter pemesinan, dasar pemrograman mesin bubut CNC, pengenalan AI Generatif, serta pemrograman mesin bubut CNC dengan pendekatan hibrida manual dan AI Generatif. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan dengan penggunaan AI sebagai alat bantu dalam menyusun program CNC berdasarkan gambar kerja dan parameter pemesinan. 
Pelatihan daring diikuti oleh 43 guru SMK yang berasal dari Kabupaten Magelang serta berbagai daerah lain, antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta, Klaten, Surakarta, dan Singosari, Malang.     
Tahap kedua berupa pelatihan praktik dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 di Laboratorium CNC FT UNY. Peserta berlatih menganalisis gambar kerja, menentukan alat potong dan parameter pemesinan, membuat prompt pada platform AI Generatif, serta memverifikasi kode G secara manual dan menggunakan simulator CNC. Program yang telah diverifikasi kemudian ditransfer ke mesin bubut CNC untuk digunakan dalam proses pembuatan produk. Sebanyak 35 peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti tahap praktikum tersebut.     


Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam pelatihan adalah bahwa program yang dihasilkan AI tidak langsung digunakan pada mesin CNC. Peserta terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kode program secara manual dan memverifikasinya menggunakan simulator. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa program sesuai dengan geometri benda kerja, parameter pemesinan, dan prosedur pengoperasian mesin.
Pelatihan menghasilkan lebih dari 35 program CNC yang dibuat oleh peserta. Karena keterbatasan waktu praktik, empat contoh program kemudian ditransfer ke mesin CNC dan digunakan untuk membuat produk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa AI Generatif dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses penyusunan program CNC, dengan tetap menempatkan pengetahuan pemrograman dan kemampuan verifikasi sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki guru.  
Program CNC yang dikembangkan peserta mencakup sejumlah proses pemesinan bubut, seperti roughing, finishing, grooving, dan threading. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan bahwa kode program yang telah dikembangkan dan diverifikasi berhasil diterapkan untuk menghasilkan produk melalui mesin CNC.     
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru dalam pemrograman dan pengoperasian CNC sekaligus membuka peluang pemanfaatan AI Generatif secara tepat dalam pembelajaran teknik pemesinan di SMK. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pelatihan terintegrasi AI Generatif dan simulator CNC dapat mendukung peningkatan keterampilan teknis guru dan kualitas pembelajaran praktik CNC.  
Selain mendukung penguatan pendidikan vokasi, kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.