Tingkatkan Standar Kualitas Pendidikan Kejuruan, Tim Pengabdi UNY Latih Guru SMK Tamtama Kroya Inspeksi Visual Pengelasan Berstandar Industri

CILACAP, 19 Agustus 2026 – Dalam upaya menjembatani kesenjangan antara kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia industri, tim pengabdi dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (PkM DLK) di SMK Tamtama Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Drs. Riswan Dwi Djatmiko, M.Pd. bersama anggota tim Dr. Khusni Syauqi, M.Pd. dan Ardani Ahsanul Fakhri, M.Pd., serta melibatkan 5 mahasiswa ini mengusung fokus utama pada "Optimalisasi Kompetensi Guru dalam Bidang Pengelasan Melalui Pelatihan Berstandar Welding Inspector Basic, dengan Fokus Utama pada Materi Inspeksi Visual Hasil Las".

Menjawab Tantangan Standar Industri

Kompetensi pengelasan merupakan materi esensial bagi siswa program keahlian Teknik Pemesinan. Namun, pengujian dan jaminan kualitas (quality control) hasil las seperti inspeksi visual selama ini kerap menghadapi keterbatasan sarana, panduan Standar Operasional Prosedur (SOP), maupun pendampingan praktikal berstandar internasional (seperti AWS dan ISO).

"Melalui pelatihan berstandar Welding Inspector Basic ini, kami ingin mentransformasi pembelajaran dari sekadar teori menjadi keterampilan terapan yang terukur dan objektif. Guru-guru tidak hanya diajar menilai hasil pengelasan 'bagus atau tidak', tetapi mendasarkannya pada data, pengukuran presisi, dan kriteria kecacatan standar industri," ujar Ketua Pelaksana, Dr. Riswan Dwi Djatmiko.

Metode Pelatihan dan Pelaksanaan Interaktif

Program PkM yang didukung penuh oleh Fakultas Teknik UNY ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan intensif:

  1. Sesi Kelas & Teori Dasar: Penyampaian materi pengantar metalurgi las, jenis-jenis sambungan, hingga pengenalan kriteria cacat las (seperti porosity, crack, undercut, overlap).
  1. Penjelasan & Demonstrasi Alat Ukur: Pengenalan dan demonstrasi teknis penggunaan instrumen inspeksi portabel, seperti Bridge Cam Gauge, Fillet Weld Gauge, Hi-Lo Gauge, dan magnifying glass.
  1. Praktik Langsung (Hands-on Workshop): Para guru peserta pelatihan berpraktik secara bergiliran menguji welding coupons (spesimen las) yang telah disiapkan secara khusus untuk mengidentifikasi dan mengukur cacat permukaan.

 

Dukungan Terhadap SDGs dan IKU Perguruan Tinggi

Selain memperkuat kompetensi pendidik, program pengabdian ini juga dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG-4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Di samping itu, keterlibatan aktif mahasiswa dalam pendampingan kegiatan ini turut menyokong pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 (Pengalaman mahasiswa di luar kampus dalam skema MBKM), IKU 3 (Dosen berkegiatan di luar kampus), dan IKU 7 (Kerjasama program studi dengan mitra).

Progres dan Harapan Ke Depan

Saat ini pelaksanaan kegiatan telah mencapai progres sekitar 70%. Ke depannya, tim akan merampungkan tahapan simulasi assessment mandiri, uji evaluasi kompetensi akhir (post-test target nilai >75), penyerahan perangkat modul dan alat ukur inspeksi, serta penyusunan artikel ilmiah.

Melalui sinergi ini, diharapkan guru-guru SMK Tamtama Kroya mampu mentransfer ilmu inspeksi visual berstandar industri kepada para siswanya secara berkelanjutan, sehingga daya saing dan relevansi lulusan SMK di kawasan Cilacap dan sekitarnya semakin meningkat di pasar kerja manufaktur maupun konstruksi.